Hidup dengan PCOS

“Life is something that everyone should try at least once.” -Henry J. Tillman

PCOS dan Emosi Maret 15, 2009

Filed under: Curahan Hati — Ailayser @ 12:54

Aku mulai membeci penyakit ini. PCOS hampir membuat pernikahanku berantakan. Bukan soal keturunan, tapi justru hal yang tak nampak, tak disadari sebelumnya.. emosiku yang tidak stabil. Well, aku memang bukan malaikat, tapi siapa yang tega menyakiti hati orang lain, terutama orang yang sangat disayangi, dicintai. Dan itu berlangsung terus menerus tanpa kusadari.

Kesadaranku timbul beberapa hari lalu, saat itu aku dan suami sedang menonton seri tv favorit kami. Di tengah acara, suamiku terasa lapar dan ingin menikmati kudapan sekaligus sebagai teman menonton. Terus terang memang ketika itu aku sudah mulai “terganggu” dan kemarahanku memuncak saat bungkus snack yang dibuka suamiku sobek tak beraturan dan isinya tumpah kemana-mana. Arrgghh.. Saat itu aku kesal bukan main, emosiku memuncak, nada suaraku meninggi dan aku tak bisa mengendalikannya. Suamiku pun jadi ikut kesal, namun ia mengingatkan diriku dan “mengancam” jika aku tak dapat menahan emosiku dan tetap marah-marah seperti ini, maka pertengkaran diantara kami tak akan terelakkan. “If you can’t stop it in 10 seconds, this is going to be worse”, he said.. and he started to count. Akhirnya kami bertengkar, sampai keesokan harinya pun suasana masih tak nyaman. Dan parahnya lagi, aku tau aku salah, namun amarah dan rasa kesalku ini mengalahkan rasa bersalahku.

Kemudian, setelah lama waktu berjalan, kami akhirnya membicarakan masalah ini. Suamiku mengutarakan perasaannya mengenai bagaimana ia telah disakiti oleh diriku dan ini bukanlah yang pertama kali. Ia bertanya, kenapa aku emosional, membesarkan masalah kecil, membuat segalanya jadi runyam? Jujur aku tidak tau kenapa aku jadi pemarah dan mengesalkan seperti ini.

Aku bilang ke suamiku, “aku gak tau…., aku gak tau kenapa aku jadi begini…”

“Pasti ada alasannya. Kamu kan gak lagi PMS!”, kata suamiku.

Pernyataan suamiku yang terakhir inilah yang seakan-akan menjelaskan segalanya, memberikan petunjuk atas apa yang menjadi pertanyaan selama ini. Mungkin aku memang sedang tidak PMS, tapi aku mengidap PCOS dimana hormonku tidak seimbang dan emosiku cenderung meningkat. Ya, aku pernah baca hal ini sebelumnya dan aku pun mulai mencari kembali informasi mengenai hubungan antara PCOS dengan emosional penderitanya.

Normally, the hormones needed for your monthly cycle should fluctuate in a well balanced cycle. If you have PCOS, this balance is thrown off and you may experience a high steady level of estrogen along with some others. Estrogen is what brings about many of the premenstrual symptoms that you experience. So rather than enduring a quick spike of estrogen and PMS, you may have PMS all month long. Crazy, huh? Take a look below and discover how PCOS may be affecting your emotions.

Estrogen and Your Emotional State
Our emotions are constantly changing depending on inner and outer influences. Although we often attribute them to daily situations or interactions, that is not always the case. Our personal histories or baggage can often change the way we react to a situation. Hormones can do the same thing. Have you ever noticed that you feel different when you are premenstrual (PMS)? Women often note that they are irritable, moody, depressed and more likely to cry during this phase. During this time, you may have more trouble dealing with typical life issues. This is due to estrogen, the hormone that is responsible for PMS and is a major player in the hormones that regulate your period. PMS can be so severe for some women that they take anti-depressant medications to help with the symptoms.

In a woman with balanced sex hormones, her period is regulated like a fine symphony where the hormone levels rise and fall accordingly to bring about ovulation. In a woman with unbalanced hormones, her menstrual cycle has fallen prey to a heavy metal guitarist, with a constant level of hormonal noise in the background. Her hormones do not rise and fall as they should and often some of the hormones will remain chronically elevated. Needless to say, this can wreak havoc on the rest of her body. Estrogen is one of the hormones that remain elevated. Persistent estrogen stimulation can make a women feel constantly irritable and depressed, as though she is always premenstrual.

Sumber: http://www.squidoo.com/

Ternyata benar, PCOS lah biang keladi semua ini. Everyday is PMS for me! Arrgghh.. PCOS mulai menghancurkan hidupku, perkawinanku T_T. Aku harus bagaimana? Haruskah suamiku tau mengenai hal ini? Akankah ia mengerti?

Iklan
 

One Response to “PCOS dan Emosi”

  1. ema Says:

    lamkenal…..
    dalam rangka senasib sepenanggungan… mungkin kita bisa saling berbagi n saling support….. mau???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s